Rabu, 14 Juni 2017

prngamatan aspergilus niger

BAB I
PENDAHULUAN

1.1            Latar Belakang
Pada saat tertentu, bahan-bahan organic seperti hewan, buah sayur, dan bahkan manusia pasti mengalami pembusukan. Hal ini biasnya terjadi ketika bahan organic tersebut berhenti melakukan kerja pada selnya. Biasanya keadaan seperti ini terdapat tanda-tanda seperti bau yang busuk serta struktur dari bahan organic menjadi lebih lunak dari sebelumnya.
Kejadian ini semakin dipercepat dengan adanya organisme yang melakukan kegiatannya sebagai makhluk hidup. Buktinya adalah terdapat struktur baru dalam permukaan sebuah organisme. Jika terlihat tanda bahwa terdapat makhluk hidup dalam rupa struktur baru pada sebuah bagan  oganik, biasanya mengartikan bahwa pada bahan organic tersebut telah terdapat organisme dalam golongan jamur. Karena umumnya golongan  ini masi dapat dilihat dengan mata, meski tidak secara jelas.  
Salah satu jenis jamur pada golongan ini yang sangat sering dijumpai adalah Aspergilus niger.

1.2  TUJUAN
Praktikum ini dibuat agar dapat mengetahui bentuk dan struktur jamur Aspergilus niger.







BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Jamur Aspergilus niger
2.1 1 Pengertian
Aspergilus niger merupakajamur berfilamen yang mempunyai hifa bersepta dan dapat ditemukan di alam. Aspergilus niger merupakan salo\ah satu spesies yang paling mudah di temukan dari genus Aspergilus sp
Klasifiasi jamur Aspergilus niger
            Kingdom         : Fungi
            Filum               : ascomychota
            Subfilum         : pezizomycotina
Kelas               : eurotiomicetes
            Ordo                : eurotiales
Family             : tiochocomaceae
Genus              : aspergilus
Species            : Aspergilus niger
 Fungi ini biasanya diisolasi dari tanah, sisa tumbuhandan udara didalam ruangan. Koloninya berwarna putih pada agar dekstrosa kentang(PDA). Dan kemudian mulai menjadi hitam ketika kepalakonidia terbentuk. Kepala konidia dari Aspergilus nige.  Berwarna hita, berbentuk bulat dan cenderung memisah seiring bertambahnya umur.
Habitat Aspergilus niger  pada umumnya terdapat pada daerah dengan suhu  optimum 35-37 oc. selain itu, dalam proses pertumbuhannya, fungi ini memerlukan oksigen yang cukup (aerob). Jamur ini memiliki beberapa kegunaan seperti penghasil enzim dalam bidang industry, dapat digunakan untuk menguji kemanjuran pengobatan.


2.1.2 Morfologi dan Sifat
            Aspergilus niger merupakan mikroba jenis kapang mesofilik yang tumbuh pada ph 2,2-8,8 dengan kelembaban 80-90%. Aspergilus niger memiliki bulu dasar yang berwarna putih atau kekuningan dengan lapisan konidiospora yang berwarna coklat gelap sampai hitam. Hifa bersekat dan memiliki banyak inti (multileluler), kepala konidia berwarna hitam dan berbentuk bulat. Konidiospora memiliki dinding yang sangat halus, hialin, tetapi juga berwarna coklat.














BAB III
METODE PENELITIAN

3.1 Waktu Penelitian
          Praktikum ini dilaksanakan pada hari selsa, 24 Mei 2017 pukul 12.00 wita, bertempat di Laboratorium Hama Penyakit, Fakultas Pertanian, Universitas Nusa Cendana.
3.2 Alat dan Bahan
          a. Alat
                        Alat yang digunakan dalam kegiatan praktikum ini ialah:
-          Tissu
-          Kaca preparat
-          Isolasi
-          Gunting
b. Bahan
            bayan yang di gunakan dalam praktikum ini ialah:
-          Pewarna violet
-          Alcohol
-          Isolate jamur Aspergilus niger


3.3 Cara Kerja
          Setelah alat dan bahan tersedia, kegiatan npraktikum dapat dimulai. Adapun langkah-langkah yang harus dilalui ialah sebagai berikut:
1.      Periksa alat dan bahan
2.      Bersihkan kaca preparat menggunakan semprotan alcohol, lalu di usap dengan tisu
3.      Rekatkan isolasi pada jamur (proses penangkapan jamur)
4.      Teteskan pewarna violet pada kaca preparat yang telah dibersihkan secukupnya.
5.      Rekatkan jamut yang telah ditangkap dengan isolasi pada kaca preparat yang sudah diberi pewarna violet.
6.      Ratakan menggunakan tisu
7.      Letakan kaca preparat tersebut pada mikroskop kemudian lakukan pengamatan.

3.4 Hasil Pengamatan
          Dalam melakukan pengamatan kelompok menemukan bentuk jamur aspergilus niger di mikroskop. Adapun hasilnya yaitu:













BAB IV

4.1 Kesimpulan
          Aspergilus niger merupakan fungi dari genus ascomicota yang berfilamen, mempunyai hifa berspetat. Jamur jenis  ini dapat di temukan di lingkungan sekitar. Aspergilus niger merupakan salo\ah satu spesies yang paling mudah di temukan dari genus Aspergilus sp. Habitat Aspergilus niger  pada umumnya terdapat pada daerah dengan suhu  optimum 35-37 oc. selain itu, dalam proses pertumbuhannya, fungi ini memerlukan oksigen yang cukup (aerob). Jamur ini memiliki beberapa kegunaan seperti penghasil enzim dalam bidang industry, dapat digunakan untuk menguji kemanjuran pengobatan.













Lampiran

   






LAPORAN PRAKTIKUM MIKROBIOLOGI
 PENANGKAPAN DAN ISOLASI JAMUR ASPERGILUS NIGER
OLEH: KELOMPOK 1
ANGGOTA:
-          ADELFINA M. KLAU
-          ADRIANA H. LEBOK
-          AFRISIAN MBAKE
-          AGUSTINA A. S. TOKAN
-          AGUSTINUS F. XIMENES
-          BONIFASIUS S. SUBANG
     

JURUSAN AGROTEKNOLOGI
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS NUSA CENDANA
KUPANG

2017

dalam hubungannya dengan aplikasi yang dapat membantu mengelola data yang nantinya sebagai dasar penentuan tindakan terhadap pengelolaan pen...