BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Pada saat tertentu, bahan-bahan organic seperti
hewan, buah sayur, dan bahkan manusia pasti mengalami pembusukan. Hal ini
biasnya terjadi ketika bahan organic tersebut berhenti melakukan kerja pada
selnya. Biasanya keadaan seperti ini terdapat tanda-tanda seperti bau yang
busuk serta struktur dari bahan organic menjadi lebih lunak dari sebelumnya.
Kejadian ini semakin dipercepat dengan adanya organisme
yang melakukan kegiatannya sebagai makhluk hidup. Buktinya adalah terdapat
struktur baru dalam permukaan sebuah organisme. Jika terlihat tanda bahwa
terdapat makhluk hidup dalam rupa struktur baru pada sebuah bagan oganik, biasanya mengartikan bahwa pada bahan
organic tersebut telah terdapat organisme dalam golongan jamur. Karena umumnya
golongan ini masi dapat dilihat dengan
mata, meski tidak secara jelas.
Salah
satu jenis jamur pada golongan ini yang sangat sering dijumpai adalah Aspergilus niger.
1.2 TUJUAN
Praktikum ini
dibuat agar dapat mengetahui bentuk dan struktur jamur Aspergilus niger.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1
Jamur Aspergilus niger
2.1 1 Pengertian
Aspergilus niger merupakajamur berfilamen yang mempunyai hifa
bersepta dan dapat ditemukan di alam. Aspergilus
niger merupakan salo\ah satu spesies
yang paling mudah di temukan dari genus Aspergilus
sp
Klasifiasi jamur Aspergilus
niger
Kingdom : Fungi
Filum : ascomychota
Subfilum : pezizomycotina
Kelas :
eurotiomicetes
Ordo : eurotiales
Family :
tiochocomaceae
Genus :
aspergilus
Species :
Aspergilus niger
Fungi ini biasanya diisolasi dari tanah, sisa
tumbuhandan udara didalam ruangan. Koloninya berwarna putih pada agar dekstrosa
kentang(PDA). Dan kemudian mulai menjadi hitam ketika kepalakonidia terbentuk.
Kepala konidia dari Aspergilus nige. Berwarna hita, berbentuk bulat dan cenderung
memisah seiring bertambahnya umur.
Habitat Aspergilus niger pada umumnya terdapat pada daerah dengan suhu optimum 35-37 oc. selain itu, dalam
proses pertumbuhannya, fungi ini memerlukan oksigen yang cukup (aerob). Jamur
ini memiliki beberapa kegunaan seperti penghasil enzim dalam bidang industry,
dapat digunakan untuk menguji kemanjuran pengobatan.
2.1.2 Morfologi dan Sifat
Aspergilus
niger merupakan mikroba jenis kapang mesofilik yang tumbuh pada ph 2,2-8,8
dengan kelembaban 80-90%. Aspergilus niger memiliki bulu dasar yang berwarna
putih atau kekuningan dengan lapisan konidiospora yang berwarna coklat gelap
sampai hitam. Hifa bersekat dan memiliki banyak inti (multileluler), kepala
konidia berwarna hitam dan berbentuk bulat. Konidiospora memiliki dinding yang
sangat halus, hialin, tetapi juga berwarna coklat.
BAB III
METODE
PENELITIAN
3.1 Waktu Penelitian
Praktikum ini dilaksanakan pada hari selsa, 24 Mei
2017 pukul 12.00 wita, bertempat di Laboratorium Hama Penyakit, Fakultas
Pertanian, Universitas Nusa Cendana.
3.2 Alat dan Bahan
a. Alat
Alat yang digunakan
dalam kegiatan praktikum ini ialah:
-
Tissu
-
Kaca preparat
-
Isolasi
-
Gunting
b. Bahan
bayan
yang di gunakan dalam praktikum ini ialah:
-
Pewarna violet
-
Alcohol
-
Isolate jamur Aspergilus niger
3.3 Cara Kerja
Setelah alat dan bahan tersedia, kegiatan npraktikum
dapat dimulai. Adapun langkah-langkah yang harus dilalui ialah sebagai berikut:
1. Periksa alat dan bahan
2. Bersihkan kaca preparat menggunakan semprotan
alcohol, lalu di usap dengan tisu
3. Rekatkan isolasi pada jamur (proses penangkapan
jamur)
4. Teteskan pewarna violet pada kaca preparat yang
telah dibersihkan secukupnya.
5. Rekatkan jamut yang telah ditangkap dengan isolasi
pada kaca preparat yang sudah diberi pewarna violet.
6. Ratakan menggunakan tisu
7. Letakan kaca preparat tersebut pada mikroskop
kemudian lakukan pengamatan.
3.4 Hasil Pengamatan
Dalam melakukan pengamatan kelompok menemukan bentuk
jamur aspergilus niger di mikroskop. Adapun hasilnya yaitu:
BAB IV
4.1 Kesimpulan
Aspergilus niger merupakan fungi dari genus ascomicota yang
berfilamen, mempunyai hifa berspetat. Jamur jenis ini dapat di temukan di lingkungan sekitar. Aspergilus
niger merupakan salo\ah satu spesies yang paling mudah di temukan dari genus
Aspergilus sp. Habitat Aspergilus niger pada umumnya terdapat pada daerah dengan
suhu optimum 35-37 oc. selain itu, dalam
proses pertumbuhannya, fungi ini memerlukan oksigen yang cukup (aerob). Jamur
ini memiliki beberapa kegunaan seperti penghasil enzim dalam bidang industry,
dapat digunakan untuk menguji kemanjuran pengobatan.
Lampiran
LAPORAN
PRAKTIKUM MIKROBIOLOGI
PENANGKAPAN DAN ISOLASI JAMUR ASPERGILUS NIGER
OLEH: KELOMPOK 1
ANGGOTA:
-
ADELFINA M. KLAU
-
ADRIANA H. LEBOK
-
AFRISIAN MBAKE
-
AGUSTINA A. S. TOKAN
-
AGUSTINUS F. XIMENES
-
BONIFASIUS S. SUBANG
JURUSAN
AGROTEKNOLOGI
FAKULTAS
PERTANIAN
UNIVERSITAS NUSA
CENDANA
KUPANG
2017